5 Tips Ini Biar Bisnis Daging Online Bisa Laku Keras

Bisnis minuman saat ini seperti kopi atau boba drink sudah lumrah, bagaimana dengan daging? Kedengarannya tidak menarik, namun bisnis daging yang dijual secara online memiliki peluang yang cukup menjanjikan.

Apalagi saat terjadi pandemi seperti sekarang, di mana orang cenderung membeli secara online daripada pergi ke pasar atau supermarket.

Daging yang dijual bisa bermacam-macam, namun dua jenis daging yang direkomendasikan adalah daging sapi dan ayam. Selain mudah didapat, keduanya juga lebih mudah disusun menjadi makanan siap saji dan lebih diminati banyak kalangan. mulai dari orang dewasa bahkan anak kecil.

Membayangkan manfaatnya, apakah Anda tertarik untuk memulai bisnis daging online? Jika iya, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar bisnis daging online berjalan lancar dan laris manis di pasaran.

1. Pilih daging yang berkualitas

Pangan yang baik untuk dikonsumsi adalah yang memiliki kualitas terbaik. Dalam artian kondisinya masih bagus, fresh, tekstur kenyal. tidak amis, dan tidak berubah bentuk. Sehingga tidak menimbulkan berbagai keluhan atau penyakit setelah dikonsumsi nantinya.

Hindari juga daging yang sudah diinjeksi untuk menjaga kualitas penampilannya. Daging seperti ini kurang baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan sakit perut dan efek samping lain yang tidak kalah bahayanya.

Pastikan daging yang ingin dijual dikemas dengan rapi. Dimulai dari menggunakan plastik yang tebal dan tidak mudah bocor air dan udara, selanjutnya Anda juga bisa menambahkan stiker logo yang ditempel pada plastik tersebut.

2. Pastikan patogen dalam daging sudah hilang

Patogen adalah mikroorganisme parasit yang ditemukan pada hewan. Jika terdapat patogen di dalam daging maka konsumsi tersebut dapat menyebabkan penyakit. Hal ini perlu Anda perhatikan, mengingat kesehatan konsumen juga nomor satu.

Jika Anda menjual daging siap makan, pastikan patogen dalam daging dihilangkan saat dimasak. Cuci daging sampai bersih, lalu rebus dalam air mendidih agar patogen bisa benar-benar hilang.

Setelah itu baru mengolah daging tersebut dengan resep yang telah ditentukan, kemudian mengemas daging tersebut dengan cara yang benar. Gunakan plastik dan busa baru yang bersih karena bakteri dapat tumbuh dari kemasan yang kotor.

3. Bersihkan alat untuk mengolah daging

Baik mentah atau dimasak, daging bersentuhan dengan berbagai alat. Misalnya pisau, talenan, dan mangkuk daging cincang. Pastikan semua alat yang digunakan sudah dicuci untuk menghindari kuman.

Ini karena alat yang terlihat bersih dari luar belum tentu bersih. Apalagi jika Anda jarang menggunakannya, bisa dipastikan ada beberapa bakteri yang menempel pada barang tersebut. Jika bakteri tertelan, penyakit akan berkembang.

Jika alat makan bersih maka kualitas daging yang diolah harus tinggi. Konsumen yang memakannya juga tidak perlu khawatir dengan kualitas dagingnya karena bisa dijamin semua daging olahan yang dijual bersih dan diolah dengan baik.

4. Mengedukasi konsumen dengan produk daging beku

Jangan menjadi wiraniaga hanya mencari keuntungan. Anda juga perlu mengedukasi konsumen tentang produk daging beku, seperti cara memotong daging, cara membersihkannya, cara mencairkannya, dan cara menyimpan daging jika tidak ingin memakannya.

Instruksi yang diberikan harus jelas, agar konsumen tidak sekedar mengolah dagingnya.

Jelaskan kepada konsumen bahwa daging beku perlu dicairkan atau dicairkan sebelum dimasak. Cairkan sekitar 5-8 jam sebelum daging siap dimasak. Atau lebih sederhananya, Anda bisa menggunakan microwave dengan menggunakan fitur defrost.

Beri tahu konsumen bahwa daging memang perlu dimasak sebelum dikonsumsi untuk mencegah pertumbuhan bakteri jahat di dalamnya.

Edukasi bisa dilakukan di mana saja, baik di tempat usaha dengan cara menempelkan petunjuk di dinding berupa spanduk atau spanduk, di postingan media sosial atau di stiker pada bungkus daging.

5. Pilih pemasok daging yang jujur

Jika produk daging yang dijual bukan hewan peliharaan Anda sendiri, maka pastikan memilih pemasok daging yang jujur. Dalam arti menjual daging berkualitas maka daging yang anda jual ke konsumen tidaklah murah alias daging murah.

Hal ini penting untuk diperhatikan, terutama bagi anda para penjual daging beku pemula karena belum tahu menahu tentang apa itu kualitas produk daging, apa seratnya, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang ciri-ciri daging yang berkualitas. Setiap ingin membeli daging, Anda bisa langsung melihat apakah daging tersebut benar-benar enak dan segar atau tidak. Jika tidak, Anda bisa langsung mencari pemasok lain agar produk daging yang dijual tidak mengecewakan konsumen.

Anda ingin belajar bisnis online khusus pemula? Jika iya, silahkan bisa kunjungi artikel belajar bisnis online tanpa modal pada tautan tersebut.