Bagaimana Cara Membesarkan Kambing yang Benar?

Ternak kambing bisa dibesarkan dengan cara tradisional, semi intensif dan intensif. Cara tradisional biasanya dilakukan di pedesaan dan aktivitas ternak bersifat subsisten atau bukan yang utama.

Dalam cara tradisional biasanya kambing di umbar atau dilepas di area yang memiliki banyak hijauan, atau diangon. Sore hari atau setelah kambing makan baru digiring kembali ke kandang. Sehingga penyediaan pakan oleh peternak menjadi lebih ringan karena selama diumbar kambing telah makan.

Sedangkan cara intensif dan semi intensif biasanya dilakukan di tempat-tempat yang kawasannya terbatas. Kambing diternakan selamanya di kandang. Peternak memberikan kebutuhan pakannya setiap saat.

1. Penyediaan pakan & minum

Kambing sangat menyukai hijauan berupa daun-daunan, berbeda dengan domba yang lebih menyukai rumput. Hijaun ini merupakan pakan dasar dalam ternak kambing. Adapu jenis hijauan yang disukai kambing antara lain lamtoro, gamal, daun nangka, dan lain-lain.

Pemberian hijauan sebaiknya mencapai 3% bobot tubuhnya, diukur dalam keadaan kering. Bila hijaun dalam keadaan basah atau segar, kira-kira sekitar 10-15% dari bobot tubuh.

Selain hijauan,kambing harus diberi pakan tambahan berupa konsentrat. Pakan tambahan ini bisa berupa pakan jadi yang bisa diproduksi pabrik atau membuat sendiri. Biasanya kambing menyukai konsentrat dari bungkil kedelai, dedak, dan tepung ikan. Konsentrat untuk pakan kambing setidaknya memiliki kandungan protein 16%.

Pemberian konsentrat sangat penting dilakukan saat kambing hamil tua atau setelah beranak. Masa-masa itu kambing sangat membutuhkan nutrisi untuk perekmbangannya. Dosisnya sekitar 1,5% dari bobot tubuhnya.

Selain hijauan dan konsentrat, ternak kambing memerlukan asupan vitamin dan mineral. Dalam konsentrat buatan pabrik biasanya vitamin dan mineral sudah ditambahkan. Vitamin dan mineral juga bisa diberikan tersendiri.

Kambing membutuhkan air minum sekitar 1,5 hingga 2,5 liter air per hari. Penyediaan air umumnya tidak dibatasi. Air bisa disediakan sepanjang waktu dan ditambah bila habis. Air harus diganti setiap hari dengan yang bersih. Tepat air juga harus selalu dikontrol agar tetap bersih.

2. Perawatan ternak kambing

Hal yang paling penting diperhaikan dalam usaha ternak kambing adalah pemeliharaan sanitasi kandang dan kambingnya itu sendiri. Kandang kambing harus senantiasa bersih, kotoran dibersihkan 1-2 kali sehari. Karena kotoran bisa menjadi tempat berkembangnya bibit penyakit.

Sebelum dimasukkan ke kandang ada baiknya kambing dicek kesehatannya. Bebaskan dari parasit speerti cacing dengan memberikan obat cacing. Mandikan juga kambing sebelum dimasukkan ke kandang untuk pertama kali.

Khusus untuk kambing perah seperti kambing etawa, pemerahan susu bisa dilakukan setalah 4-7 hari melahirkan. Frekuensi pemerahan bisa dilakukan 2 kali sehari, pagi-pagi dan sore hari.

Butuh aqiqah? bisa cek cateringbunarni.web.id

Peralatan pemerahan harus steril, bahan yang paling baik adalah steinless steel atau kaca. Bersihkan juga puting susu dengan air hangat sebelum diperah.

3. Reproduksi kambing

Indukan kambing yang baik bisa beranak minimal 3 kali dalam setahun. Kambing betina akan mengalami siap kawin pada usia 6-10 bulan. Namun sebaiknya mulai dikawinkan pada usia 10-12 bulan atau bila bobotnya telah mencapai 55-60 kg mana yang lebih dahulu tercapai.

Jika kalian ingin pesan aqiqah, bisa kunjungi catering bu narni saja.

Kambing yang sedang mengalami birahi akan menampakkan tanda-tanda gelisah, nafsu makan dan minum menurun, sering mengibaskan ekor, sering kencing, kemaluan bengkak, dan diam saat dinaiki pejantan. Siklus birahi kambing biasanya berselang 17-21 hari, dengan lama birahi 24-45 jam.