Cara Menjaga Kipas Angin Blower Tetap Awet

Kipas angin blower merupakan pilihan yang tepat bagi anda yang menginginkan hembusan angin yang kencang dan awet. Namun banyak yang tidak mengerti bagaimana menjaga kipas angin blower tetap awet. Karena ketidaktahuan tersebut menjadikan seseorang mendapatkan masalah yang biasanya dialami oleh kipas angin blower entah mulai muncul suara berisik yang mengganggu saat kipas angin blower tersebut dinyalakan, balin baling berputar jauh lebih lambat dari semestinya atau saat pertama kali membelinya, kipas angin yang kadang hidup dan kadang mati tergantung posisi kabel ditekuk, atau bahkan kipas angin mati total sehingga sama sekali tidak berguna sampai kipas angin blower tersebut diperbaiki.

Masalah-masalah ini sangat umum dijumpai dan kebanyakan masalah-masalah ini disebabkan oleh perawatan yang kurang dilakukan oleh pemilik kipas angin blower. Agar anda tidak memiliki masalah yang sama, sebaiknya lakukanlah perawatan untuk menjaga kipas angin tetap berfungsi dengan baik. Namun barangkali anda bingung bagaimana cara merawat kipas angin blower. Oleh sebab itu dalam artikel ini akan dijelaskan bagaimana cara menjaga kipas angin blower tetap awet. Berikut ulasannya:

1. Menjaga Kebersihan Kipas Angin

Kebersihan kipas angin menentukan seberapa awet kipas angin dapat bekerja. Jadi jika anda ingin kipas angin anda tetap awet, bersihkanlah secara berkala seminggu sekali atau saat kipas angin terlihat mulai berdebu.

2. Kabel jangan sampai tertarik terlalu keras

Kipas blower yang kabelnya tertarik terlalu keras nantinya akan menyebabkan putus kabel baik kabel luar maupun kabel dalam. Selain itu komponen dalam akan ikut tertarik dan rentan rusak.

3. Pastikan semua komponen terpasang dengan kencang

Ini adalah hal yang tak kalah penting. Jika ada komponen yang longgar, maka akan rentan mengalamai kerusakan. Hal ini karena komponen yang terlepas menganggu sistem dan kekuatan kipas angin yang menyebabkan kipas angin menjadi mudah rusak. Komponen yang terlepas juga rentan tersangkut pada bagian dalam komponen dan menyebabkan kerusakan dan patah bagian komponen dalam sehingga kerusakan menjadi lebih parah.