Mesin Cuci Laundry : Jenis-jenis dan Sistem Kerjanya

Kesibukan di tempat kerja atau kegiatan sehari-hari bahkan membuat banyak orang tidak sempat untuk mencuci baju kotornya sendiri. Keadaan seperti ini dimanfaatkan oleh segelintir usaha dalam membuka jasa dengan menyediakan beberapa mesin cuci laundry demi memudahkan mereka. 

Mengenal Mesin Cuci Laundry

Bagi Anda yang belum tahu, mesin cuci laundry ini memiliki kapasitas lebih besar daripada jenis umumnya. Biasanya tabung mampu menampung pakaian hingga maksimal 15 Kg lebih dalam sekali pencucian. Hal ini memungkinkan para pemilik usaha bisa mencuci permintaan beberapa pelanggan.

Mesin cuci laundry pun juga didesain menggunakan sistem khusus sehingga mampu mencuci dalam jumlah besar sekaligus. Fungsi kerja tidak akan cepat menjadi panas meski digunakan lama. Jangan heran jika selama pengoperasian bisa menimbulkan suara bising karena tenaganya pun lebih banyak.

Secara keseluruhan, mesin cuci laundry dibuat dengan menggunakan material stainless steel. Bahan ini sendiri dikenal memiliki sifat anti karat walaupun terkena air dalam waktu lama. Daya tahan pun sangat kuat sehingga tidak mudah pecah atau penyok atau terlihat kusam setelah bertahun-tahun.

Jenis-jenis Mesin Cuci Laundry

Pemilihan mesin cuci laundry tentu menjadi pertimbangan yang cukup vital bagi calon pemilik usaha. Biasanya hal ini dipertimbangkan dengan kemampuan budget, besarnya bisnis akan dijalankan serta luasnya tempat. Jadi Anda perlu memilihnya terlebih dahulu dengan ketiga faktor tersebut.

1. Mesin Cuci Laundry Top Loading

Mesin cuci ini menjadi yang paling sering dimiliki oleh pemilik usaha laundry. Tipe ini mempunyai model bukaan tabung di sisi atasnya sehingga pengguna hanya perlu memasukkan baju dari pintu tersebut. Sementara sistem kerjanya bisa dikatakan semi otomatis karena harus dioperasikan secara manual.

Proses pencucian sekaligus dengan pengeringan tetap dilakukan oleh mesin secara otomatis, namun pengguna hanya perlu memasukkan dan mengeluarkan baju yang akan dicuci. Pakaian masuk akan dibilas serta dikeringkan. Biasanya pemilik usaha hanya perlu mengatur waktu pemutaran.

2. Mesin Cuci Laundry Dua Tabung

Tipe mesin cuci ini juga bisa saja dipilih bagi Anda yang ingin menjalankan usaha laundry. Lain halnya dengan jenis di atas, model dua tabung ini benar-benar memiliki sistem kerja manual sehingga semua proses perlu diatur oleh penggunanya sendiri. Tentu saja harganya jauh lebih murah.

Pengguna perlu memasukkan pakaian, menuang deterjen, mengatur waktu pemutaran dan pengeringan atau memeras baju. Kemudian dikeringkan dan yang terakhir yakni dikeluarkan dari mesin. Umumnya jenis satu ini banyak dipilih oleh para pemilik usaha laundry masih pemula.

3. Mesin Cuci Laundry Front Loading

Sementara jenis satu ini menjadi yang paling banyak digunakan baik di Indonesia maupun negara lainnya. Pasalnya mesin cuci ini bekerja secara otomatis tanpa harus mengandalkan tangan manusia lagi selama pengoperasian. Hal ini bisa dilakukan mulai dari pencucian hingga pakaian kembali kering.

Sayangnya jenis mesin cuci ini memiliki harga yang lebih mahal daripada tipe lainnya. Alangkah lebih baik jika Anda memang mempunyai modal belum cukup banyak, belilah dengan sistem kerja manual seperti di atas sehingga bisa dikatakan mampu menekan pengeluaran biaya.

Sistem Kerja dari Mesin Cuci Laundry

Bisa dikatakan jika mesin cuci laundry memiliki sistem kerja yang lebih kompleks dan rumit daripada jenis pada umumnya di rumahan. Hal ini perlu diketahui bagi calon pemilik usaha demi menjaga daya awetnya selama pemakaian. Perhatikan berikut beberapa poin pentingnya:

1. Bagian-bagian Mesin Cuci Laundry

Pertama-tama, Anda perlu mengetahui apa saja bagian-bagian dari mesin cuci laundry ini. Bak pencucian berfungsi sebagai wadah mencuci pakaian, bak pengering atau peras berguna untuk menjadi tempat memerah dan mengering baju yang sudah selesai dibilas agar kemudian dikeringkan.

Selanjutnya ada sekitar berfungsi untuk pengaturan awal mesin cuci laundry. Selang outlet dan inlet berguna sebagai saluran masuk dan sistem pembuangan air selama pencucian berlangsung. Kapasitor menjadi alat memperbaiki kinerja motor dari listrik dan timer jika Anda ingin mengatur waktu.

2. Prinsip Kerja Mesin Cuci Laundry

Mesin cuci laundry bekerja dengan bantuan tenaga mekanik dari motor guna menggerakkan screw di dalam bak pencucian sekaligus untuk memutar bak pengering. Umumnya memiliki kecepatan rendah saat proses mencuci pakaian sementara menggunakan speed lebih tinggi ketika tahap pengeringan.

Selama tahap pencucian, tidak hanya memperhatikan kapasitas minimalnya saja melainkan juga mengetahui apa saja fungsinya. Beberapa tahap yang perlu diketahui adalah pemisahan pakaian luntur, keras dan putih, pemberian air dan detergen sesuai takaran serta pengaturan waktu mencuci.

3. Proses Pencucian Mesin Cuci Laundry

Proses pencucian semuanya berlangsung dan dikerjakan di dalam mesin cuci laundry. Pemilik usaha hanya perlu memasukkan pakaian, menutup dan menjalankannya sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas. Waktu yang diatur sudah berhenti, maka akan secara otomatis berhenti seperti pengaturan.

Mesin cuci laundry akan dibantu dengan adanya semprotan air dan gelembung deterjen sehingga gerakannya mirip seperti orang sedang meremas baju. Proses ini biasanya berbeda-beda jadi bisa dipertanggungjawabkan untuk masalah kebersihan, wangi pakaian hingga tingkat pengeringan bajunya

4. Model Tangki Mesin Cuci Laundry

Perlu diketahui jika beberapa mesin cuci memiliki dua tangki penampung dengan terpisah sehingga fungsi pencucian dan pengeringan bisa dipisahkan tempatnya. Umumnya hal ini digunakan di skala rumahan bukan di laundry, karena dianggap cukup memakan banyak tempat jika dipilih sebagai usaha.

Banyak pemilik usaha laundry yang tidak memilih tipe ini karena banyak sistem kerjanya dilakukan secara manual. Hal ini tentu memakan banyak waktu daripada dilakukan oleh mesin cuci sendiri dengan otomatis.

5. Instalasi Pemasangan Perawatan Mesin Cuci Laundry

Setiap pemilik usaha laundry tentu harus mengetahui bagaimana instalasi pemasangan dan perawatannya. Hal ini berpengaruh terhadap daya keawetannya sehingga mesin cuci tidak mudah rusak atau bahkan sudah perlu diganti dalam waktu pemangkaian masih singkat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam instalasi pemasangan mesin cuci laundry adalah, meletakkan pada permukaan rata serta sirkulasi udara baik. Anda juga tidak diperkenankan menempatkannya di lantai dengan tekstur miring atau bahkan lembek karena bisa mengganggu kinerja.

6. Sistem Perbaikan Mesin Cuci Laundry

Ada beberapa langkah perbaikan yang bisa dilakukan sendiri bagi pemilik usaha laundry ketika menjumpai adanya gangguan mesin. Anda perlu melonggarkan pulsator di dalamnya jika menemukan kancing baju terjepit dan menghambat sistem pemutaran saat pencucian atau pengeringan.

Sementara jika Anda mengalami bak pencucian tidak mau berputar atau hanya mengalami putaran dengan kecepatan rendah, perlu mengecek apakah tutup sudah dipasang secara baik atau belum. Bagian ini juga berfungsi sebagai penangas sehingga jika belum terpasang maka akan terganggu.

Itulah tadi ulasan mengenai jenis-jenis dan sistem kerja dari mesin cuci laundry yang perlu Anda ketahui sebelum menjalankan usaha di bidang ini, apalagi anda yang berbisnis di bidang mesin laundry hotel bisa membaca kembali artikel ini ya. Pastikan untuk memilih tipe sesuai dengan kemampuan budget dan luasnya area.