Ingin Belajar Saham? Ketahui

Saham konon menjadi investasi menjanjikan apabila Anda paham bagaimana memainkannya. Fenomena investasi saham di Indonesia bisa dibilang eksklusif karena baru sedikit orang yang berani terjun ke dalamnya. Tidak heran, sebab banyak hal perlu dipelajari terlebih dahulu.

Selain pengertian dan harga yang turun naik, dalam pelaksanaannya juga terdapat berbagai istilah guna dipahami. Istilah-istilah tersebut menjadi acuan untuk memahami jalannya investasi saham, bukan hanya di Indonesia, namun juga di seluruh penjuru dunia.

Istilah-istilah yang Sering Digunakan dalam Saham

Penggunaan istilah pada setiap bidang apapun itu merupakan sesuatu yang wajar untuk menyelaraskan pemahaman seluruh pelaksananya. Kali ini kita akan sama-sama belajar serta memahami apa saja daftar istilah dalam saham dari permainan saham yang menjanjikan.

1. Small Cap, Middle Cap, Chip Biru

Tiga istilah di atas merupakan tingkatan nilai saham di pasar. Pertama dimulai dari chip biru, nilai investasi paling tinggi dari perusahaan yang sudah mapan. Middle cap merupakan tingkat nilai investasi kedua dari perusahaan berkembang. Small Cap dicap saham gorengan, katanya.

2. Emiten & Efek

Emiten, efek, juga investor adalah tiga hal yang tidak bisa dipisahkan. Efek adalah surat berharga, sebut saja surat utang, obligasi, dan banyak lagi. Surat-surat itu bisa diperjualbelikan sehingga muncullah emiten atau perusahaan selaku pemilik berbagai efek pada investor.

3. Bullish & Bearish

Sebagai orang awam kita mengetahui jenis investasi 1 ini nilainya turun dan naik. Ketika dalam kondisi naik maka disebut sebagai bullish. Sementara ketika nilainya turun maka diistilahkan dengan bearish. Naik dan turunnya nilai di pasaran bisa disebabkan berbagai faktor.

4. Profit Taking, Cut Loss, Stop Loss

Kita pahami dulu yang disebut sebagai profit taking atau pengambilan keuntungan oleh Para investor ketika menjual saham pada saat harga naik. Kemudian ada istilah kata cut loss, dengan makna aksi penjualan saham oleh investor guna mengurangi kerugian yang semakin besar.

Terakhir ada istilah stop loss atau teknik investor untuk memasang pemesanan atau order ketika nilainya menyentuh posisi tertentu. Pemasangan order ini secara otomatis dapat terbaca oleh sistem sehingga mudah dipasarkan.

5. IPO, Listing, Delisting

IPO-saham

IPO atau initial public offering merupakan momen paling penting bagi setiap perusahaan karena ditandainya pendaftaran pertama ke bursa saham. Sementara untuk mengesahkan pendaftaran tersebut ditulislah nama perusahaan pada papan pencatatan bursa atau atau Listing.

Kemudian jika suatu hari perusahaan apapun itu atas alasan tertentu tidak lagi menjadi anggota Bursa Efek, maka namanya akan dihapus dari papan pencatatan. Untuk proses yang satu ini disebut dengan Delisting, dimana nama perusahaan tidak lagi tercatat pada papan.

6. Buyback

Di atas kita sudah mengetahui istilah emiten, di mana istilah tersebut berhubungan erat dengan buyback atau pembelian kembali. Jadi, buyback ini merupakan pengambilalihan saham, di mana saham-saham tersebut sudah tersebar dan pembelinya adalah emiten penerbit efek.

7. Auto Reject, Suspend, Halting

Dalam jenis investasi ini terlibat sebuah pihak bernama Jakarta Automated Trading System atau JATS. JATS akan melakukan penolakan secara otomatis atau auto reject apabila ada penawaran jual maupun permintaan beli ketika melampaui harga dari semestinya di Bursa.

JATS berwenang untuk menghentikan sementara proses perdagangan karena alasan tertentu secara abstrak yang disebut sebagai halting. Sementara penghentian secara lebih lama atau bisa disebut permanen oleh JATS kepada pihak tertentu dapat diibaratkan sebagai suspend.

8. Ask

Sekilas istilah tersebut seperti sebuah pertanyaan atau negosiasi antara investor dengan emiten. Padahal, ask merupakan nilai harga terendah yang didapatkan oleh investor setelah melalui proses pertanyaan kepada ada emiten.

9. Bid

Berkebalikan dari ask, bid adalah penawaran dengan angka tertinggi yang bisa dibayar oleh investor atau pembeli. Bid merupakan kesempatan paling baik kepada para emiten atau penjual apabila ingin efeknya dibeli dengan harga tinggi, tentu saja atas pertimbangan tertentu.

Dari berbagai istilah di atas Anda dibekali dengan pemahaman mendasar mengenai dunia pasar saham. Namun, untuk lebih mendalami hal tersebut dibutuhkan pemahaman lebih lanjut, terutama jika Anda ingin mulai berinvestasi di dalamnya. Pahami lalu praktikkan.