Las Vegas Masih Menderita karena COVID-19
Casino atau pusat permainan judi paling besar dunia, Makau, tengah hadapi rugi besar pada kwartal II-2020.
Disamping itu, industri casino pun tidak diharap tumbuh dalam periode pendek. Karena, penerbangan internasional sekarang belum juga bekerja maksimal.
Analitis dari Morgan Stanley seperti dikutip dari situs Reuters, Jakarta, Jumat (24/7/2020) mengingatkan casino di daerah Makau bisa mengantongi rugi sebesar US$1 miliar sepanjang April sampai Juni.
Selanjutnya, beberapa perusahaan casino dan judi terkenal seperti The Las Vegas Sands menjelaskan, cabangnya di Makau sudah alami rugi US$549 juta. Hal itu karena pengunjung mulai menyusut semenjak Februari.
Walau telah ada kelonggaran limitasi untuk beberapa wisatawan, Makau cuman menyaksikan 2.000 pengunjung setiap hari di bulan Juli, sejumlah kecil dari rerata harian 108.000 di tahun 2019.
“Tanpa lawatan yang bangun, tidak ada beberapa keinginan untuk casino untuk kembali,” kata Presiden Las Vegas Sands, Rob Goldstein.
Makau sendiri sekarang ini belum mempunyai kasus virus corona lokal baru lebih dari 100 hari. Sementara Hong Kong yang disebut asal wisatawan Makau sekarang ini masih alami penebaran kasus. Service feri di antara Hong Kong dan Makau hingga saat ini masih tetap berhenti, di mana ini benar-benar bikin rugi casino Makau.