Penjelasan Mengenai KYC

Kemungkinan sebagian dari Anda masih berasa asing dengan istilah KYC (Know Your Customer). Khususnya untuk Anda yang baru pertama kalinya masuk dunia asset kripto.

Istilah Know Your Customer sesungguhnya sangat wajar dipakai. Biasanya, istilah ini dipakai dalam service penyuplai layanan keuangan untuk lakukan klarifikasi identitas pemakai. Zipmex jadi salah satunya basis investasi dan jual-beli asset digital yang memakai KYC dalam rutinitasnya. Karena itu, kesempatan ini Zipmex akan membahas apakah itu KYC, perannya, dan seperti apakah proses Know Your Customer.

KYC adalah ringkasan dari Know Your Customer atau Know Your Clients. Rutinitas KYC sebagai usaha yang dilaksanakan instansi keuangan dan investasi untuk pastikan dan mengonfirmasi identitas yang dipunyai oleh seorang atau organisasi. Dalam masalah ini, Know Your Customer umumnya mengarah pada pemakai service.

Proses klarifikasi Know Your Customer umumnya mengikutsertakan beberapa step, satu diantaranya adalah mengupload document identitas. Cara itu dilaksanakan untuk pastikan account yang dibikin oleh pemakai bukan account palsu. Hingga service keuangan bisa meminimalisasi dan menahan tindak manipulasi atau transaksi bisnis yang meresahkan.

Proses KYC umumnya dipakai oleh service penyuplai layanan keuangan seperti perbankan. Konsep KYC perbankan tercantum dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 seperti sudah diganti dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 mengenai Perbankan (UU Perbankan).

Di Indonesia sendiri, KYC adalah proses yang biasa dipakai oleh layanan perbankan. KYC di dunia perbankan dipakai untuk ketahui info tentang nasabah bank tertentu. Sama seperti yang dikutip dari PPATK, KYC perbankan ditata secara eksklusif dalam Ketentuan Bank Indonesia Nomor 3-10-PBI-2001 mengenai Implementasi Konsep Mengenali Nasabah.

Pada Pasal 1 ayat 2 ketentuan ini, konsep KYC dalam perbankan diartikan sebagai konsep yang harus diaplikasikan. KYC bermanfaat untuk ketahui identitas nasabah, mengawasi aktivitas transaksi bisnis nasabah, terhitung laporan transaksi bisnis yang meresahkan. Tetapi sekarang ini, sistem Know Your Customer dipakai secara tidak terbatas. Perusahaan fintech, telekomunikasi, dan bermacam tipe perusahaan penyuplai layanan yang lain ikut memakai sistem sama.

Sesudah ketahui apakah itu KYC dan siapa yang memakai proses Know Your Customer, waktunya kita mengenali arah proses Know Your Customer.

Proses KYC dilaksanakan untuk menghindar tindak korupsi, penyuapan, atau pencucian uang. Hal itu dilaksanakan buat pastikan keamanan Anda, konsumen setia lain, dan basis penyuplai service tersebut. Tanpa proses Know Your Customer, Anda pun tidak berasa tenang memercayakan uang Anda ke bank atau basis yang lain. Tidaklah sampai hanya itu, Anda kemungkinan sangsi dan berasa cemas saat lakukan transaksi bisnis yang lain.

Bila bank meluluskan siapa untuk buka rekening secara random, akan ada peluang faksi tidak bertanggungjawab buka rekening atas nama Anda pasti makin besar. Rekening ‘palsu’ itu bisa dibikin untuk maksud ilegal yang bisa bikin rugi Anda.

Peluang terjeleknya, data Anda dapat disalahgunakan untuk transaksi bisnis yang memiliki sifat kriminil. Disamping itu, proses KYC akan menolong instansi keuangan untuk mendapatkan info tentang opsi pemakai. Hingga, perusahaan bisa memaksimalkan service mereka sesuai keperluan nasabah.

Proses KYC bisa dilaksanakan secara off line atau online (E-KYC), sama seperti seperti Anda buka rekening bank. Proses pertama Know Your Customer umumnya diawali dengan penghimpunan data, misalkan seperti nama, nomor identitas, tanggal lahir, dan alamat. Sistem Know Your Customer bervariatif sesuai keperluan instansi tersebut.

Contoh-contoh macam pada proses KYC diantaranya:

Sesudah melalui proses Know Your Customer, account Anda umumnya akan dilanjut dengan proses CDD atau Customer Due Diligence. CDD adalah tingkatan saat penyuplai service mengeruk lebih dalam transaksi bisnis keuangan Anda. Triknya bervariatif sesuai keperluan perusahaan.

Beberapa salah satunya adalah lakukan klarifikasi data Anda dengan daftar ancaman di pengadilan. Lantas cari tahu berapa tinggi resiko transaksi bisnis Anda dengan lakukan pencarian profile. Triknya yakni memperbandingkan info Anda dengan profile beresiko tinggi seperti korupsi, pencucian uang, dan Politically Exposed Persons (PEPs).

Info KYC dan CDD bisa dikaji oleh langsung. Salah satunya triknya adalah dengan memperbandingkan muka asli Anda dengan kartu identitas yang Anda upload atau perlihatkan. Langkah yang lain adalah dengan manfaatkan tehnologi penyekenan muka.

KYC tidak langsung akan stop sesudah Anda usai melalui CDD atau mulai memakai service yang disiapkan. Organisasi dan perusahaan penyuplai service terus akan mengawasi dan menghitung resiko yang kemungkinan terjadi. Rutinitas itu dilaksanakan untuk pastikan tidak ada perlakuan ilegal yang terjadi di basis mereka.