Perjuangan Ahmad Najmul Ma’arij, Pengusaha Muslim Asal Rembang

Ahmad Najmul

Perjuangan Ahmad Najmul Ma’arij,  Pengusaha Muslim Sukses –

Ahmad Najmul Ma’arij, pria kelahiran Rembang, Jawa Tengah tahun 1996 ini merupakan pengusaha muslim inovatif yang selalu menerobos halangan dan rintangan yang ada. Najmul (Panggilan akrabnya) memiliki beberapa perusahaan diantaranya adalah PT. Maboor Media Group yang mana bergerak di bidang digital marketing agency dengan konsep bagi hasil menjadikan perusahaan ini sebagai salah satu pionir di Indonesia. Perusahaannya kedua yaitu PT. Pendidikan Abdi Negara yang bergerak dibidang bimbingan belajar dan pelatihan calon anggota TNI dan Polri dimana di dalam perusahaan ini ada beberapa orang penting seperti Mayor Jendral (Purn) Dr. Agung Rishdianto, MDA, Irjen Pol (Purn) Drs. H. Bambang Ghiri Arianto, SE, MH , Ir. Poniman Sunardi, dan Witjaksono

Sejarah Singkat Pengusaha Muslim ini

Tentunya dibalik kesuksesan beliau terdapat proses dan perjuangan yang panjang untuk mencapai pada titik ini, berawal dari kebutuhan beliau untuk membiayai pendidikan yang tidak dibiayai oleh orang tua beliau dikarenakan beliau menginginkan kuliah di Yogyakarta dan berjanji akan mencukupi seluruh biaya pendidikan dan biaya hidupnya sendiri. Hal ini membuat beliau berpikir bagaimana caranya untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Pada akhirnya Najmul tetap melanjutkan kuliah di Yogyakarta, pada masa awal kuliah beliau hidup cukup susah dimana beliau harus kuliah sembari mencari uang untuk bayar biaya SPP per-semesternya. Untuk kebutuhan kos dan makan-pun Najmul cukup miris dimana beliau harus mencari tempat kos yang sangat murah, sangking murahnya kos beliau berada tepat di samping kandang ayam dan tentunya kurang sedap untuk indera penciuman.

Kehidupan di Perkuliahan

Kemudian untuk makan sehari-hari beliau masak nasi dan lauk makannya hanya sayur yang beliau beli dengan harga Rp1500 untuk sayur dan lauk juga Rp1500/ hari. Jadi sehari bisa dengan biaya Rp3000 dengan beras di awal ada bekal dari orang tuanya. Makanan ini berlanjut berhari-hari dan menjadi menu favorit Najmul pada kala itu karena keterpaksaan hidup. Untuk memenuhi kebutuhan sandangnya pun dari segi pakaian Najmul sering membeli baju-baju bekas milik orang lain yang sudah tidak dipakai namun masih layak untuk di pakai, dari sini kita dapat melihat betapa sederhananya kehidupan dari seorang pengusaha muslim ini.

Perjuangan Najmul untuk terus kuliah dan menyelesaikan kuliahnya di Jogja membuatnya berputar otak untuk menghasilkan uang, akhirnya Najmul mulai bisnis menjual gelang karet custom nama di tahun 2014 yang dimana bisnis tersebut tidak bertahan lama, sehingga Najmul coba mencari peluang bisnis di Google. Bisnis apa yang menghasilkan banyak uang dalam sekali transaksi, di pencariannya tersebut beliau menemukan salah satunya yaitu bisnis konveksi yang dimana dalam sekali pesanan pembuatan baju bisa banyak.

Perjuangan Pengusaha Muslim ini Membangun Bisnis

Beliau akhirnya menghubungi nomor-nomor pemilik konveksi hingga puluhan lebih namun hanya 3 orang yang merespon dan satu di antara nya bisa di temui pada saat itu konveksi di tempat sedikit pinggiran dari kota yang dapat ditemui. Saat bertemu beliau meminta izin untuk menjualkan dengan sistem bagi hasil dan keduanya sepakat menjalin kerjasama, dengan bermodalkan kepiawaian beliau menggunakan SEO website sampai fanpage facebook beliau memasarkan konveksi tersebut secara digital, melihat pelanggan yang cukup banyak pada bisnis konveksi akhirnya beliau memutuskan untuk mendirikan konveksi sendiri dengan modal yang didapat dari hasil kerjasama tersebut. Berdirilah usaha konveksinya dengan nama SJID / Sablon Jogja ID dengan website sablonjogjaid.com

Dari ilmu digital marketing tersebut dan perkembangan usaha konveksinya, akhirnya mengantarkan Najmul ke pendirian PT. Maboor Media Group dimana memiliki visi besar yaitu “Melahirkan dan berkolaborasi dengan 1.000 perusahaan di tahun 2030”. Ditambah lagi di tahun 2020 akhir, beliau juga mendirikan PT. Pendidikan Abdi Negara yaitu bimbel polri / TNI dimana sudah tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Prinsip Sukses Ahmad Najmul

Pengusaha sukses ini juga mempunyai prinsip yang selalu diterapkan dalam hal apapun, prinsip ini dipelajari Najmul dari TDA (Tangan Di Atas), sebuah komunitas Wirausaha terbesar di Indonesia dan Tung Desem Waringin. Dari sana satu hal yang dipelajari yaitu kita harus mempunyai prinsip “I will help you” dimana sikap membantu orang lain ini akan datang kembali pada kita. Membantu banyak orang dengan tanpa minta imbalan. Prinsip ini yang kemudian mengantarkan Najmul membangun jaringan bisnis baru hasil dari sistem kolaborasi.