Tips Belajar Saham Untuk Pemula

Saham menjadi salah satu instrumen investasi yang digemari saat ini, terutama sejak pandemi COVID-19 awal tahun 2019 lalu. Banyak orang yang tertarik dengan potensi keuntungan saham yang besar karena mereka bisa mendapatkan “harga diskon” akibat harga harga saham yang jatuh. 

Selain karena momentum pandemi, minat masyarakat Indonesia terhadap saham juga didorong karena semakin inovatifnya perusahaan pialang saham dalam memberikan layanan transaksi saham. Saat ini, orang tidak perlu repot-repot lagi datang ke kantor sekuritas untuk mendaftarkan diri sebagai investor. 

Cukup dengan membuka aplikasi di handphone atau situs web, orang bisa langsung mendaftar dan berinvestasi di bursa saham. Nah, jika kamu juga termasuk orang yang saat ini sedang ingin belajar seputar saham, berikut beberapa tipsnya. 

1. Pahami Apa Itu Saham 

Untuk belajar saham, kamu harus mengerti apa itu saham, mengapa perusahaan menjual sahamnya ke publik, dan keuntungan apa yang bisa kamu dapatkan dengan membeli sebuah saham. 

Secara umum, kamu bisa mendapatkan keuntungan dari selisih harga saham saat dijual. Ini dinamakan capital gain. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan keuntungan dari dividen yang dibagikan oleh perusahaan. BIasanya dilakukan oleh perusahaan yang bersangkutan satu atau dua kali dalam setahun. Namun, tidak semua perusahaan membagikan dividen secara rutin.  

2. Belajar Mekanisme di Bursa Efek Indonesia

Ibaratkan berperang, kamu harus tahu dulu medan tempur yang akan kamu temui. Dalam dunia saham pun demikian. Sebaiknya kamu mengetahui pihak mana  saja yang terlibat dalam aktivitas perdagangan saham ini. 

Dalam investasi ada pihak-pihak seperti perusahaan sekuritas, Bursa Efek Indonesia, Kustodian Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Ketahui fungsi-fungsi lembaga ini dan apa saja tugasnya. 

3. Belajar Fundamental Saham 

Jika ditanya belajar saham dari mana? Mulailah belajar fundamental karena ini merupakan kunci agar kamu bisa memulai investasi saham dengan aman. Mulailah belajar menganalisa emiten saham yang kamu kenal atau produknya kamu pakai sehari-hari. 

Belajar fundamental berarti kamu sedang belajar menganalisa kinerja sebuah perusahaan, mempelajari bidang usahanya, mempelajari harga wajar suatu emiten, mempelajari faktor-faktor apa saja yang membuat harga saham naik atau turun. 

Ini merupakan kunci agar kamu bisa menentukan saham mana yang sebaiknya kamu beli dan tidak. 

4. Belajar Teknikal Dasar

Belajar teknikal sebenarnya optional. Ada sejumlah investor yang tidak menggunakan analisa teknikal sama sekali dan percaya pada analisa fundamental saja. Namun, belajar teknikal sebenarnya penting juga karena bisa dipakai untuk membantu kapan kamu sebaiknya membeli sebuah saham. 

Belajar teknikal berarti belajar memahami grafik pergerakan saham dan memahami polanya. Memahami titik resisten dan support adalah basic teknikal yang sangat mudah dipahami. Saat harga saham bisa menembus resistennya, maka harganya berpeluang untuk naik mendekati titik resisten sebelumnya. 

Saat harga saham turun, kamu bisa memakai titik support untuk memperkirakan sejauh mana harga ini akan turun. Jadi kamu tahu kapan harus menambah jumlah atau saham atau menjualnya sebelum rugi. 

5. Rajin Membaca Berita Ekonomi

Saat berinvestasi saham, kamu juga sebaiknya rajin rajin membaca atau menonton berita seputar ekonomi. Ini untuk membantu kamu dalam memahami kondisi ekonomi atau suatu industri yang mungkin akan berdampak secara langsung ke emiten saham yang kamu miliki. 

Ambil contoh, berita ekonomi seputar rencana pemerintah menurunkan suku bunga perbankan pasti akan berdampak pada emiten bank seperti BBCA, BBRI, BRIS dan lain sebagainya. Terlebih lagi saat kamu memutuskan untuk menjadi trader saham, kamu tidak boleh melewatkan informasi penting dalam dunia ekonomi. 

6. Belajar Mengelola Keuangan Pribadi dan Menetapkan Tujuan Keuangan

Diluar kelima hal tersebut yang tidak kalah penting lagi adalah belajar bagaimana mengelola keuangan. Bagaimana kamu mengalokasikan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari, membayar asuransi, menabung, mencicil dana darurat, dan berinvestasi. 

Belajar juga bagaimana menetapkan tujuan keuangan. Misalnya, kamu berencana menikah atau membangun rumah. Ini merupakan hal-hal di luar saham yang mesti kamu kuasai sendiri. Terkadang, hal inilah yang sulit. 

Itulah 6 hal yang kamu perlu ketahui jika ingin berinvestasi di pasar saham. Sisanya, kamu harus rajin rajin sendiri dalam mencari info saham dan mempraktekkannya secara langsung. Jangan terburu-buru ingin cepat untung karena pada dasarnya, investasi saham ini sangat bagus untuk jangka panjang.