Tips Mendidik Anak dengan Baik

Sejak usia dini, anak-anak harus diajarkan untuk taat dengan cara yang baik. Berikut beberapa tips untuk mengajari anak Anda agar patuh sejak usia dini setiap hari.

Membesarkan anak tidaklah mudah. Setiap anak memiliki karakteristik, kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tidak sering membimbing anak, mereka enggan menurut.

Namun, jangan berlebihan, karena bisa membuat anak manja dan merasa semua keinginannya harus dipatuhi. Lalu, bagaimana cara yang tepat agar anak mau mendengar apa yang Anda dan pasangan katakan? Berikut beberapa tip untuk membantu anak belajar patuh sejak usia dini.

1. Tunjukkan Contoh yang Baik

Tip pertama untuk mendidik anak Anda adalah contoh yang baik. Memang tidak ada orang tua yang sempurna, namun Anda dan pasangan harus menjadi contoh yang baik bagi anak dalam kesehariannya. Jika ingin si kecil bersikap lembut dan sopan serta santun, serta harus berakting dengan model yang sama. Ingatlah bahwa orang tua sebagai contoh yang akan dilakukan anak-anak hingga dewasa.

2. Panggil Nama Anak

Saat berbicara dengan anak, lebih baik menyebutkan nama, agar anak merasa dihormati dan dihormati orang tuanya. Saat Anda berbalik dan memperhatikan Anda, ucapkan dengan ramah apa yang diinginkan si kecil. Jangan mengomel karena ini bukan cara yang baik untuk merawat anak. Jika kebiasaan ini dilakukan, Anda akan membuat anak merasa kesal dan takut pada Anda dan tidak mendengarkannya.

3. Bangun Kebiasaan untuk Mendengarkan

Cara yang baik untuk mengajar anak adalah dengan membiasakan diri mendengarkan apa pun yang dikatakan anak. Sekalipun Anda memberi perintah, bukan berarti Anda tidak mendengarkan alasannya. Bisa jadi anak tersebut lelah, marah dengan suasana sekolah, atau bermasalah dengan teman, dan lain sebagainya.

Jika Anda memiliki sikap tanggap mengeluh, anak akan mendengarkan perintah Anda. Mendengarkan anak juga akan menjadi kebiasaan mengungkapkan pendapat.

4. Kenali Pemicu Emosi pada Anak

Orang tua perlu mengetahui kapan dan mengapa seorang anak marah atau kesal karena ada hal-hal yang kurang. Jika Anda ingin memberi perintah atau mengajari anak, lakukan sampai sekarang. Jika anak marah, coba luangkan waktu untuk menenangkan diri dan jelaskan mengapa Anda marah. Hanya setelah anak sudah tenang barulah Anda bisa berbicara dengannya, misalnya, memberinya instruksi atau mengajarinya sesuatu.

Baca juga yuk cara atasi speech delay pada Anak, di situs website generos, silahkan Anda bisa klik pada tautan tersebut.

5. Selalu konsisten

Pengasuhan yang teratur dan konsisten akan membuat anak Anda lebih aman. Nak kamu akan tahu apa yang kamu mau menjadi orang tua agar bekerja lebih tenang saat diberi perintah. Misalnya, jika Anda melarang anak kecil untuk menyelesaikan makan setiap hari secara konsisten, anak akan lebih sadar dan tenang untuk menyelesaikan makan.

Sedangkan jika Anda tidak konsisten, balita Anda akan kebingungan. Misalnya, hari ini Anda melarang dia menghabiskan makanannya. Sedangkan keesokan harinya Anda membiarkan anak Anda tidak menghabiskan makanannya. Hal ini menimbulkan sugesti dan sinyal larangan yang membingungkan anak dan dapat menuntunnya menjadi anak yang tidak patuh.

Jadi, teruslah mengulanginya, sampai anak Anda memahami perintah yang Anda berikan dan dia akan menyerap perintah tersebut dan belajar melakukannya juga.

6. Berikan Hukuman yang Sesuai pada Anak

Kebanyakan orang tua menyesal jika saya harus memberikan penilaian pada anak. Perlu anda pahami, jangan takut anak berpikir bahwa menghukum berarti anda tidak mencintai anak, tapi ini untuk menunjukkan sikap tegas saat mendidik.

Hukuman yang diberikan tidak serta merta sulit, tetapi hanya membuat anak Anda belajar untuk lebih setia. Misalnya, hukuman yang dapat diberikan kepada anak adalah membawa anak di bawah umur ke kamar atau ke kamar yang lebih privat.

Kemudian minta dia untuk tinggal selama lima menit di kamar dan pikirkan tentang apa yang telah dia lakukan selama beberapa waktu. Anda juga bisa membuat anak begitu diam dan memberikan alasan mengapa mereka tidak boleh melakukan kesalahan lagi.

Selain itu, jangan membentak atau menampar anak kecil ketika dia tidak ingin didengar. Ketika seorang anak melihat Anda marah dan berteriak, yang mereka pegang hanyalah bentuk emosi Anda dan anak itu tidak akan mendengarkan apa yang Anda katakan. Jadi, tetap tenang dan lihat dengan mata lembut dan dia akan merasakan jika orang tuanya memperhatikan, bukan amarah atau emosi negatif lainnya.

7. Berikan Apresiasi dan Pujian

Tips terakhir untuk mendidik anak Anda adalah dengan memberikan penghargaan dan pujian ketika anak Anda berhasil melakukan sesuatu atau mengikuti apa yang Anda minta dengan baik. Dengan begitu, anak akan merasa lebih termotivasi dan termotivasi.